Kamis, 14 Oktober 2010

Mengapa Bayi Saat DiLahirkan Selalu Menangis?

Seorang ibu tentu akan merasa senang ketika mendengartangisan pertama kali sang buah hati saat dilahirkan. Karena ini menjadi bukti bahwa sang bayi lahir dengan selamat. Rasa sakit di detik-detik perjuangan saat melahirkan seolah pupus sudah tatkala sang Ibu melihat bayi mungil yang keluar dari rahimnya menangis dengan keras.
Inilah satu-satunya tangisan seorang bayi yang tidak pernah membuat sang Ibu manapun merasa kesal, sedih atau bahkan marah, namun sebaliknya senyum simpul dan rasa lega yang terpancar pada wajah sang ibu seakan menggambarkan rasa bahagia menyambut kedatangan sang buah hati.
Telah menjadi ketetapan bahwa setiap bayi yang lahir pasti menangis, kecuali bayi yang lahir tanpa ruh didalamnya, atau telah meninggal ketika dalam kandungan. Tapi tahukah saudara mengapa bayi yang lahir selalu menjerit menangis?. Dan mengapa pula setiap bayi (muslim) yang baru lahir di perintahkan tuk di kumandangkan adzan di telinga kanannya?. Rasulullah memerintahkan hal ini tentunya bukan tanpa sebab kan.

Dan Islam mampu menjawab setiap pertanyaan ini dari sudut pandang al Qur’an dan Sunah. Sebagai Muslim tentu kita mesti percaya akan setiap kandungan yang ada di dalam al Qur’an dan as Sunah. Karena al Qur’an dan sunah adalah satu-satunya pedoman dan sumber hidup yang mampu mengabarkan serta mengungkap perihal hal-hal yang gaib, jadi tidak ada salahnya kalau Islam menjawab semua pertanyaan ini.. Tidaklah manusia mengetahui tentang hal-hal yang gaib kecuali sedikit.

Seperti yang saya kemukakan di muka bahwa setiap bayi yang lahir ke dunia selalu di tandai dengan suara tangis, berdasarkan hadist Nabi saw yang disampaikan oleh Ibnu Abbas, beliau berkata “ Tidak ada seorang anak yang lahir, kecuali ia menangis….” ( HR. Ad-Darami ). Tentunya bayi di sini adalah bayi yang lahir dengan ruh yang masih menancap di tubuh si bayi. Hanya Maryam dan anaknya, nabi Isa, saja yang lahir dengan tidak disertai tangisan seperti umumnya bayi yang sedang lahir. Bukankah Allah Maha Besar atas segala sesuatu.

Nah, lalu mengapa mereka menangis? Baiklah, Tahukah saudara bahwa setan telah mengikuti Saudara sejak pertama laki saudara menatap dunia ini, menginjakkan kaki di dunia ini?. Mereka menggoda saudara agar senantiasa menjauhi ajaran-ajaran yang dibawa oleh Nabi saw. Rasulullah pun tak lepas dari berbagai tipu muslihat setan yang selalu menyertainya, bedanya Rasulullah ada yang selalu melindungi, yaitu Allah Ta’ala, sehingga beliau senantiasa terhindar dari tipu daya setan. Terus apa hubungannya antara setan yang mengikuti bayi sejak lahir dengan tangisan mereka saat dilahirkan? Tentu ada hubungannya, usut mau diusut, ternyata nich, bayi-bayi itu menangis disebabkan karena mereka ditikam oleh setan-setan laknatullah, tepatnya dibagian perut mereka, dan ini tidak dapat dilihat oleh manusia secara kasat mata, tapi dapat di rasakan oleh sang bayi sehingga mereka merasa sakit dan akhirnya menangislah mereka..

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, beliau berkata, “ Saya mendengar Rasulullah bersabda,’ tidak ada seorang anak Adam yang lahir kecuali di pegang oleh setan ketika ia dilahirkan, sehingga ia berteriak menangis karena pegangan setan, kecuali maryam dan anaknya.’ “ Hal ini juga disampaikan oleh Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Ad Darami, beliau berkata, “ Tidak ada seorang anak yang lahir, kecuali ia menangis, setan memegang perutnya hingga ia menangis kecuali Isa putra maryam” Bagaimana saudaraku, jelaskan?

Baiklah, pertanyaan selanjutnya, mengapa setiap bayi yang lahir diperintahkan agar diperdengarkan suara Adzan di telinga kanannya dan di iqamahi di telinga kirinya? Yup, tak lain dan tak bukan adalah agar setan-setan yang menyertai sang bayi tersebut lari terbirit-birit, (he..he..setan juga bisa lari terbirit-birit tho!) hal ini di sebabkan rasa takut mereka atas lafadz Allah. Sehingga mereka tidak lagi mengganggu bayi mungil tersebut. Manfaat lain dari adzan tersebut adalah agar yang pertama kali di dengar sang bayi saat di dunia ini adalah lafadz-lafadz Ilahi, sehingga di harapkan nantinya mereka menjadi manusia yang sholeh dan selalu ingat akan Allah. Subhanallah.

Sebagaimana telah kita ketahui sebelumnya penyebab menangisnya seorang bayi ketika lahir, yaitu karena setan menikam mereka. Untuk itu menurut Jamal Abdurrahman dalam bukunya “ Cara Nabi Menyiapkan Generasi “ mengatakan bahwa adzan berfungsi sebagai tikaman balik kepada setan yang selalu berusaha merusak generasi.

Setan lari ketika mendengar suara Adzan. Allah memperdengarkan kepada setan apa yang membuatnya marah dan takut. Jadi adzan adalah pusaka ampuh pengusir setan dan sebangsanya.. So, Tidak jamannya lagi pakai jampi-jampi atau semacamnya tuk mengusir setan yang membelenggu tubuh kita, karena sejatinya itu adalah perbuatan syirik. Dan syirik itu salah satu dosa besar yang dengan mudah mengantarkan manusia menuju neraka jahim. Naudzubillah.

Nah, sekarang tahukan mengapa bayi selalu menangis tatkala lahir. Setan tak akan pernah lelah tuk menjerumuskan kita kepada kesesatan, sampai kita mau menemani mereka di neraka jahanam kelak. So guys, satukan langkah, tingkatkan iman dan takwa kita, buat setan menangis dan jera dalam menyesatkan manusia sehingga mereka tidak dapat seenaknya saja mengobrak-abrik jiwa kita dan menjerumuskan kita dalam lembah nista. Jangan lupa pula tuk selalu berdo’a kepada Allah agar dijauhkan dari kejammya tipu daya setan. Saudaraku sekaranglah saatnya, raih tujuan hidupmu yang hakiki. Dan Ssssttt….ssstttt…..hati-hati setan selalu mengintai saudara setiap saat.

Sabtu, 09 Oktober 2010

hatiku terluka untuk kesekian kali nya

awal nya aku mau ngikuti ibu. Tapi kejadian hari ini membuat ku urung. Kalian tak pernah mau menjaga perasaan ku. Memang aku ini bukan siapa2 dan g penting buat kalian. Mungkin memang tak seharusnya aku berada disini. Tapi suamiku tak mengijinkan ku pergi dari sini. Tunggu saja waktu yang akan menjawabnya.

Jumat, 08 Oktober 2010

Listrik membuat ku puyenkz ( -,-')

Listrik ditempat saya tinggal sungguh - sungguh membuat saya puyenkz. Karena setiap hari tegangan nya selalu turun. Dan itu membuat alat elektronik saya menjadi terganggu jiwanya.
Dari Televisi, bolam, kulkas, magicom, mesin pompa air, dan yg terpenting dalam hidup saya adalah komputer saya. Komputer begitu penting dalam hidup saya. Karena tanpa komputer hidup saya serasa hampa dan begitu kesepian. Komputer juga merupakan sumber pendapatan saya.
Tapi kalau komputer saya ngadat, saya pusing buat memperbaikinya. Karena saya tidak mempunyai pengetahuan tentang teknisi komputer. Dari pagi hingga dini hari, bahkan terkadang sampai pagi lagi saya masih bertahan, hanya untuk memperbaiki komputer kesayangan saya ini.
Penyebab semua ini hanyalah LISTRIK. Saya bertanya pada diri sendiri, sanggupkah saya hidup seperti ini terus ?? Hidup dengan listrik yg menyebalkan ?? Hidup jauh dari ortu ?? Hidup jauh dari suami ?? Saya harus belajar lebih keras lagi, untuk menerima semuanya dengan ikhlas.
Semoga saya bisa lulus dalam ujian ikhlas kali ini. Amin

Kamis, 15 April 2010

harga zuma server

as & simpati 5000";"5300"
as & simpati 10000";"10300
as & simpati 15000 : 15800
As & simpati 20000";"20100
As & simpati 50000";"49500
As & simpati 25000";"25500
as & simpati 100000";"97800

Xl 5000";"5300
Xl 10000";"10300
xl 25000";"24900
xl 50000";"49500
xl 100000";"98900

im3 5000";"5250
im3 10000";"10250
im3 sms 5000";"5300
im3 sms 8000";"8350
im3 20000";"20000
im3 30000 sms";"29850
im3 gprs 5000";"5250
im3 25000";"24800
im3 50000";"48800
im3 100000";"96000

smart 5000";"5000
smart 10000";"9800
smart 20000";"19500
smart 25000";"24300
smart 50000";"48700
smart 100000";"98000

three 5000";"4950
three 10000";"9850
three 20000";"19500
three 30000";"29000
three 50000";"48900
three 100000";"97500

flexi 5000";"5000
flexi 10000";"9850
flexi 20000";"19600
flexi 50000";"47100
flexi 100000";"97500

fren 10000";"9900
fren 25000";"24300
fren 50000";"48200
fren 100000";"97500

esia 1000";"1300
esia 5000";"5175
esia 10000";"10150
esia 15000";"15000
esia 17000";"17000
esia 20000";"20000
esia 25000";"24925
esia 50000";"48500
esia 100000";"97500

axis 5000";"4900
axis 10000";"9700
axis 20000";"19500
axis 25000";"24500
axis 50000";"48100
axis 100000";"97500

yang tertarik silakan comment ato hubungi ke no. ini 085658805731 / 08179433940
terima kasih :)

Selasa, 06 April 2010

INSTALASI QMAIL

Paket yg diperlukan :
qmail-1.03.tar.gz
ucspi-tcp-0.88.tar.gz
daemontools-0.76.tar.gz
checkpassword-0.90.tar.gz
autorespond-2.0.5.tar.gz

Kamis, 18 Maret 2010

Tuna Sandwich

Bahan:

150 gram Tuna Kaleng
30 gram Bawang Bombay cincang
1 sdm Kecap inggris
1 butir Telur rebus dihancurkan
0,5 buah Jeruk nipis
3 sdm Mayonaise
4 lembar Roti (gandum lebih baik)
Garam merica secukupnya

Cara membuat:

Peras tuna dalam kaleng hingga mengering. Campur dengan bawang
bombay cincang, telur, dan jeruk nipis. Kemudian tambahkan garam, aduk hingga rata. Tambahkan mayonaise, aduk hingga tercampur rata.

Oleskan pada roti di salah satu sisinya. Tutup dengan sisi roti yang satu lagi. Masukkan ke dalam Tupperware. Simpan dalam lemari pendingin bila disiapkan sehari sebelumnya, makanan sehat ini pun siap untuk dinikmati

Jumat, 05 Maret 2010

" My Name is Khan "


Dua megabintang Bollywood Shah Rukh Khan dan Kajol telah bergabung bersama sutradara beken Karan Johar di San Francisco, Amerika Serikat untuk jangka waktu 2 bulan syuting non stop film "My Name Is Khan." Bagi Kajol, syuting tersebut adalah terlama yang jauh dari rumah dan juga berat bagi suaminya, aktor Ajay Devgan lantaran diperkirakan tidak akan menjenguk istrinya.

Menurut seorang sumber, sebenarnya Ajay bukanlah tipe suami yang suka mendatangi tempat syuting Kajol, namun apabila syuting itu bukan dilakukan tim Karan Johar, kemungkinan besar Ajay akan mempertimbangkan mengunjungi istrinya. Memang Ajay terlihat bersikap biasa-biasa dengan Karan Johar dan Shah Rukh Khan, tetapi sudah rahasia umum jika ada ketidakcocokan antaranya dengan Karan dan SRK.

Tidak heran jika Ajay tidak akan pernah terlihat di lokasi syuting yang dijalani Karan dan King Khan, walau harus berjauhan dari Kajol dan putrinya selama dua bulan. Bagi Kajol sendiri, juga berat apalagi ia harus terbang bersama putrinya untuk menemani suaminya yang syuting di Goa selama beberapa hari hingga pada hari Kamis pekan lalu terbang ke San Francisco bersama SRK.

Dengan ancaman virus flu babi di Barat, Karan lebih khawatir dengan jadwal syuting di Amerika Serikat daripada sebelumnya. Tidak hanya khawatir akan serbuan penggemar, namun juga khawatir tema filmnya yang sensitif (masalah tuduhan ancaman teror Islam) itu akan membuat pihak otoritas negeri adikuasa yang masih islamfobia akan curiga kepada mereka. Ia ingin menghindari masalah yang pernah dialaminya ketika syuting sebuah filmnya terdahulu yang juga berlangsung di AS, yaitu beberapa krunya ditolak visanya. Tidak heran jika Karan ingin low profile agar pembuatan filmnya bisa berjalan lancar.

Senin, 01 Maret 2010

wanita yang dicintai suami ku

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.

Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.

Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.

Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.

Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.

Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.

Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.

Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.

Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.

Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,

" Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh... dasar anak nakal, sini piringnya, " lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan....aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !

Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.

Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.

Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.

Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta , aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.

Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, " Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ?"

Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,

Dear Meisha,

Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.

Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.

Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.

Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.

yours,

Mario

Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.

Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.

Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.

Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.

Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.

Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.

**********

Setahun kemudian...

Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

" Mario, suamiku....

Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku. .. Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku.....

Ternyata aku keliru.... aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.

Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, " kenapa, Rima ? Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?"

Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.

Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.

Istrimu,

Rima"

Di surat yang lain,

".........Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha...... "

Disurat yang kesekian,

".......Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.

Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan , aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah.. .....

Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya.. ......"

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya... dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.

Disurat terakhir, pagi ini...

"........... ...Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.

Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.

Tahukah engkau suamiku,

Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?........."

Jelita menatap Meisha, dan bercerita,

" Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi...... aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante..... aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak.... .." Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.

Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.

Dear Meisha,

Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar.... Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?

Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku....

Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.

Jakarta, 7 Januari 2009 (dedicated to my friend....may you rest in peace...)

Jumat, 26 Februari 2010

kisah seorang anak

Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki,
wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku,
memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini
memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain
saja.

Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya
membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun
melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya
menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga
Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan
membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.

Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa
stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu
melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu
menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal
dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi
semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya
mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup.
Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang
sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya
tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar
hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak
kejadian itu.
Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia
Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat
buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah
sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah
berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah
perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi
yang mengingatnya.

Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti
sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari
betapa jahatnya perbuatan saya dulu.tiba-tiba bayangan Eric melintas
kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric. Sore
itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad
dengan pandangan heran menatap saya dari samping. “Mary, apa yang
sebenarnya terjadi?”
“Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal
yang telah saya lakukan dulu.” aku menceritakannya juga dengan
terisak-isak. Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah
memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian.

Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang.
Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari
hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya
tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric…
Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada
sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya
mengamatinya dengan seksama… Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali
potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan
Eric sehari-harinya.

Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap
sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.
Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala
ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.
“Heii…! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!”
Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, “Ibu, apa ibu kenal
dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?”
Ia menjawab, “Kalau kamu ibunya, kamu sungguh tega, Tahukah kamu, 10
tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus
menunggu ibunya dan memanggil, ‘Mommy…, mommy!’ Karena tidak tega,
saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya.
Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah,
namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan
yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis
setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu…”

Saya pun membaca tulisan di kertas itu…


“Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi…? Mommy marah sama
Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji
kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom…”

Saya menjerit histeris membaca surat itu. “Bu, tolong katakan…
katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang!
Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!”

Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.

“Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric
telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini.

Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut
apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya
ada di dalam sana… Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari
belakang gubuk ini… Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang
lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana.”

Selasa, 23 Februari 2010

orang yang angkuh

Rasanya sulit sekali menerima orang yang angkuh dalam kehidupan ku. Jujur aja aku paling tidak suka orang yang angkuh. Selain angkuh dia juga orang yang tidak bisa menghormati dan menghargai orang laen. Makanya kehidupan rumah tangga nya pun tak harmonis. Sebenernya aku ingin sekali menyadarkan dia. Tapi entah rasanya sulit sekali bagi ku untuk menyampaikan semua ini. Karena dimatanya semua orang itu salah.
Kalau kiranya ada yang tau gimana cara penyampaian yang bagus tanpa menyinggung perasaan nya. Tolong kasih tau yakz :)
Semoga kebaikan kita dibalas sama Allah SWT. Amin and thankz ^_^

Minggu, 14 Februari 2010

SENYUM ITU SEDEKAH

Senyum adalah sedekah, semua orang bisa tersenyum tapi tidak semua senyum bisa disebut sedekah karena ada senyum yang menggoda, ada senyum ejekan bahkan senyum berarti dendampun kerap terjadi, Namun ternyata tidak semua orang mampu bersedekah dengan senyum, inilah kisah sebagai pelajaran yang mudah tentang Senyum Juga Sebagai Sedekah.

Apa yang menyebabkan kita menyapa atau tidak menyapa, saat bertemu seseorang ? Kebanyakan kita menyapa karena kita mengenal atau minimal mengetahui seseorang itu. Bisa juga karena kita menyukai atau menghormati orang tersebut, karena memang kebiasaan, atau punya keperluan. Mungkin juga sekedar basa basi. Apapun itu, saya belajar banyak soal ini dari seorang anak kecil yang berbeda umur 26 th dari saya.

Setiap hari saat berjalan kaki menuju sekolahnya yang tak begitu jauh dari rumah, Faiz akan melewati deretan panjang rumah yang ada disekitar kami. Empat tahun yang lalu, ketika Faiz masih TK, saya takjub bagaimana cara ia menyapa…

Semua tetangga yang kebetulan dilewati atau ditemuinya di jalan, tak akan luput dari teguran ramah disertai senyum lebar faiz.

“Selamat pagi, pak, selamat pagi bu….”

“Assalamu’alaikum…”

“mari oma, mari opa….”

“dari mana Tante…?”

“Wah hari ini kakak berseri sekali”

“Mau kuliah bang?”

“eh ketemu adik cakep.. Mau kemana pagi-pagi sudah rapi?” Dan seterusnya…..

Saat ia duduk di kelas II SD, saya pernah bertanya pada Faiz, “Mas Faiz, apa kamu tak lelah menyapa begitu banyak orang setiap pagi?”

“Faiz tertawa. “ Tidaklah, Bunda. Aku senang karena senyum dan sapaku mungkin bukan mengawali pagiku saja. Tapi mengawali pagi orang lain. Lagipula senyum itukan sedekah, Bunda.” Saya nyengir. Pernyataan yang unik dari anak yang waktu itu belum berumur delapan tahun.

“Subhanallah. Kalau dihitung dengan uang, sedekahmu mungkin sudah milyaran”, ujar saya sambil mencium pipi Faiz yang memerah.

Setiap kali hadir pada arisan yang diadakan ibu-ibu sekitar rumah, mereka kerap membicarakan Faiz.
“Waduh, Faiz itu ramah sekali ya, Bu. Kalau bertemu saya, dia selalu menegur lebih dulu, senyumnya manis sekali.”

“kok bisa seperti itu sih bu? Bagaimana mendidiknya?” tanya salah satu peserta arisan kepada Bunda Faiz. Bunda Faiz hanya tersenyum. Bagaimana saya harus mengatakannya, ya? Sesungguhnya saya tak pernah mendidik Faiz secara khusus untuk menyapa dan tersenyum. Sayalah yang banyak belajar dari Faiz.

Terbayang lagi oleh Bundanya berbagai peristiwa yang terjadi sejak Faiz mulai duduk di bangku SD. Ketika ia ada di teras rumah, semua pengemis yang lewat selalu dipanggilnya, diajak makan dan minum. “pak kemari mampir dulu, hari ini di Bundaku masak sop dan perkedel.” Atau “Bapak mau bawa kopi untuk di jalan biar tidak mengantuk “?. Atau “mau teh manis dingin?” dan seringkali ia berlari ke kamar, mengambil celengan dan mengeluarkan lembaran kertas dari sana untuk diberikan pada mereka.

Belum lagi, semua tukang jualan, tukang sol sepatu, yang lewat pun disuruh mampir. Ada saja yang ditawarkannya.”Istirahat dulu di sini, Pak. Kan capek.hari ini panas sekali. Sini makan kue dan minum dulu. Atau mau makan nasi?” Selain itu ia pun akan bisik-bisik pada anggota keluarga lainnya untuk membeli sesuatu dari tukang jualan itu, meski kami tak terlalu membutuhkannya. “apa salahnya sih menolong orang?” ujarnya.

Maka di rumah mungil yang kami tempati, tak pernah ada hari dimana kami memasak sekedar pas untuk keluarga. Selalu ada tamu-tamu istimewa yang entah siapa. Karena Faiz mengundang mereka secara tak terduga.

“Ikhlas yaaa Bunda…..,” katanya sambil tersenyum manis.Tak ada kata lagi yang bisa Bunda Faiz ucapkan, meski dengan terbata Bunda Faiz hanya mampu memeluk Faiz kuat-kuat dengan senyum bahagia.

Kamis, 11 Februari 2010

Kok, Tuhan Gak Kelihatan ?

Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama. Jika seseorang sudah tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan yang nyata.

Benarkah Tuhan itu ada? Kita tidak pernah melihat Tuhan. Kita juga tidak pernah bercakap-cakap dengan Tuhan. Karena itu, tidak heran jika orang-orang atheist menganggap Tuhan itu tidak ada. Cuma khayalan orang belaka.

Ada kisah zaman dulu tentang orang atheist yang tidak percaya dengan Tuhan. Dia mengajak berdebat Sang Ustadz mengenai ada atau tidak adanya Tuhan. Di antara pertanyaannya adalah: “Benarkah Tuhan itu ada” dan “Jika ada, di manakah Tuhan itu?”
Ketika orang atheist itu menunggu bersama para penduduk di kampung tersebut, Sang Ustadz itu belum juga datang, ” mungkin dia takut kalah kali ”, pikir mereka. Ketika orang atheist dan para penduduk berpikir bahwa Sang Ustadz itu tidak akan datang, barulah muncul Sang Ustadz tersebut. “Maaf jika kalian menunggu lama. Karena hujan turun deras, maka sungai menjadi banjir, sehingga jembatannya hanyut dan saya tak bisa menyeberang. Alhamdulillah tiba-tiba ada sebatang pohon yang tumbang. Kemudian, ranting dan dahan pohon tersebut terpotong-potong dengan sendirinya, sehingga jadi satu batang yang lurus, hingga akhirnya menjadi perahu. Setelah itu, baru saya bisa menyeberangi sungai dengan perahu tersebut.” Begitu Sang Ustadz itu berkata.

” Ha... ha.... ha...., gila...gila....benar-benar gila” , Si Atheist dan juga para penduduk kampung tertawa terbahak-bahak. Dia berkata kepada orang banyak, “Sang Ustadz ini sudah gila rupanya. Mana mungkin pohon bisa jadi perahu dengan sendirinya. Mana bisa perahu jadi dengan sendirinya tanpa ada yang membuatnya ?” Orang banyak pun tertawa riuh.

Setelah tawa agak reda, Sang Ustadz pun berkata, “Jika kalian percaya bahwa perahu tak mungkin ada tanpa ada pembuatnya, kenapa kalian tidak percaya bahwa bumi, langit, dan seisinya bisa ada tanpa penciptanya? Mana yang lebih sulit, membuat perahu, atau menciptakan bumi, langit, dan seisinya ini?”

Mendengar perkataan Sang Ustadz tersebut, akhirnya mereka sadar bahwa mereka telah terjebak oleh pernyataan mereka sendiri.

“Kalau begitu, jawab pertanyaanku yang kedua,” kata si Atheist. “Jika Tuhan itu ada, mengapa dia tidak kelihatan. Di mana Tuhan itu berada?” Orang atheist itu berpendapat, karena dia tidak pernah melihat Tuhan, maka Tuhan itu tidak ada.
Sang Ustadz itu kemudian menampar pipi si atheist dengan keras, sehingga si atheist merasa kesakitan.
“ Aduh ! sakit sekali, Kenapa anda memukul saya? Sakit sekali.” Begitu si Atheist mengaduh.
Sang Ustadz bertanya, “Ah mana ada sakit. Saya tidak melihat sakit. Di mana sakitnya?”
“Ini sakitnya di sini,” si Atheist menunjuk-nunjuk pipinya.
“Tidak, saya tidak melihat sakit. Apakah para hadirin melihat sakitnya?” Sang Ustadz bertanya ke orang banyak.
Orang banyak berkata, “Tidak.....!”

“Nah, meski kita tidak bisa melihat sakit, bukan berarti sakit itu tidak ada. Begitu juga Tuhan. Karena kita tidak bisa melihat Tuhan, bukan berarti Tuhan itu tidak ada. Tuhan ada. Meski kita tidak bisa melihatNya, tapi kita bisa melihat ciptaanNYA merasakan Kasih sayangNYA, menemukan PertolonganNYA, menikmati RizkiNYA dan segala-galanya dari Tuhan.” Demikian Sang Ustadz berkata.

Sederhana memang pembuktian Sang Ustadz tersebut. Tapi pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah pernyataan yang keliru.
Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia, tapi pada kenyataannya benda itu ada?

Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran, bahkan mungkin trilyunan cahaya yang tidak pernah dilihat manusia, tapi benda itu sebenarnya ada?

Berapa banyak zat berukuran molekul, bahkan nukleus (rambut dibelah 1 juta), sehingga manusia tak bisa melihatnya, ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa melihatnya jika meletakan benda tersebut ke bawah mikroskop yang amat kuat).

Berapa banyak gelombang (entah radio, elektromagnetik. Listrik, dan lain-lain) yang tak bisa dilihat, tapi ternyata hal itu ada.
Benda itu ada, tapi panca indera manusia lah yang terbatas, sehingga tidak mengetahui keberadaannya.

Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi tertentu, demikian pula suara. Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak dapat dilihat, tapi dapat membutakan manusia. Demikian pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan pendengaran manusia. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah mengalami kesulitan, apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha Pencipta!

Memang sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Tapi jika kita melihat pesawat terbang, mobil, TV, dan lain-lain, sangat tidak masuk akal jika kita berkata semua itu terjadi dengan sendirinya. Pasti ada pembuatnya.
Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja ada pembuatnya, apalagi dunia yang jauh lebih kompleks.

Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia, keliling lingkarannya sekitar 40 ribu kilometer panjangnya. Matahari, keliling lingkarannya sekitar 4,3 juta kilometer panjangnya. Matahari, dan 9 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya, tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar bintang lainnya. Galaksi Bima Sakti, hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 “Cluster”. Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk “Jagad Raya” (Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya! Harap diingat, angka 30 Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini, karena jarak pandang teleskop tercanggih baru sampai 15 Milyar Tahun Cahaya.
Bayangkan, jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh cahaya hanya dalam 8 menit, maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh selama 30 milyar tahun cahaya. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran ciptaan Tuhan, maka hendaknya kita lebih meyakini lagi kebesaran Sang Penciptanya.

“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” [Al Furqoon:61]

“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya orbit-orbit bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang berilmu.” [Yunus:5]

“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [Yaa Siin:40]

“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), SUPAYA KAMU MEYAKINI PERTEMUAN (MU) DENGAN TUHANMU.” [Ar Ra’d:2]

“YA TUHAN KAMI, TIADALAH ENGKAU MENCIPTAKAN INI DENGAN SIA-SIA. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” [Ali Imron:191] , inilah seharusnya kesimpulan akhir dari para Ilmuwan.

TERHADAP MANUSIA-MANUSIA YANG SOMBONG DAN TIDAK MENGAKUI ADANYA TUHAN, Allah menanyakan kepada mereka tentang makhluk ciptaannya. Manusiakah yang menciptakan, atau Tuhan yang Maha Pencipta:

“Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?” [Al Waaqi’ah:58-59]

“Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?” [Al Waaqi’ah:63-64]

“Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?” [Al Waaqi’ah:72]

Bahkan Allahpun menantang para Ilmuwan Congkak yang telah mampu membuat robot-robot dan peralatan mutakhir yang canggih

“…Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” [Al Hajj:73]

SUATU KETIKA ADA TEMAN SAYA BERDISKUSI DENGAN SEORANG RASIONALIS, ORANG TERSEBUT BERTANYA KEPADA TEMAN SAYA, ” MENGAPA SIH KITA HARUS SHOLAT ? ”, TEMAN SAYA TADI TERDIAM SEJENAK...., SESAT KEMUDIAN IAPUN MENJAWAB ” KARENA KITA BUKAN TUHAN !, JADI KALAU KITA GAK MAU SHOLAT BERARTI KITA TELAH MEMPROKLAMIRKAN DIRI SEBAGAI TUHAN ?!!!! ”.

Rabu, 10 Februari 2010

Steven And Coconut Treez - Burning with my fire

F#m
With lovely sound of ocean waves
Em A
And we give all the problem there’s no space

D
Why you’re so disguised
Why you’re so petrified
Bm
‘Cos I am here just to be by your side
Em
You should know that I’m gonna treat you right
F#m
And heal the pain you feel inside
Em
We give a peace a chance
A
And there is no fight again

G Bm
Get up and get life in better way
G
Get up and never give up
A
I’ll be around you, I’ll be around for you

[chorus]
D Bm Em A
Burning you with my fire
D Bm
Yes, I’m on my fire, to make you fly
Em A
Leave all troubles behind
D Bm Em A
Burning you with my fire
D Bm
Yes, I’m on my fire, to make you fly
Em A
And let all troubles gone away

[interlude] D Bm G A
D Bm Em F#m Em A

Nidji - Sang Mantan

G
dulu aku kau puja
G
dulu aku kau sayang
C
dulu aku sang juara
Am
yang selalu engkau cinta
C D
kini roda telah berputar

G
kini aku kau hina
G
kini aku kau buang
C
jauh dari hidupmu
Am
kini aku sengsara
C D
roda memang telah berputar

[chorus]
Em D
mana janji manismu
C
mencintaiku sampai mati
Em D
kini engkau pun pergi
C
saat ku terpuruk sendiri
D C
akulah sang mantan
D C
akulah sang mantan

[intro] Em D C

Em D
sakit teriris sepi
C
ketika cinta telah pergi

akulah sang mantan..
akulah sang mantan…

[intro] Em D C
Em D C

[chorus]
Em D
mana janji manismu
C
setia sampai aku mati
Em D
kini engkau pun pergi
C
saat ku jatuh dan sendiri
Em D
mana janji manismu
C D
mencintaiku sampai mati
Em D
kini engkau pun pergi
C
saat ku terpuruk sendiri
D C
akulah sang mantan
D C
akulah sang mantan
D C
akulah sang mantan

[intro] Em D C
Em D C

[coda]
Em
mana janji janjimu…

Selasa, 09 Februari 2010

Kontroversi Patung Buddha Berkepala Gus Dur















Tak ada niat menyakiti umat Buddha.
Seniman ingin menggambarkan Gus Dur yang pluralis.

Selasa, 9 Februari 2010, 09:29 WIB Elin Yunita Kristanti patung "Sinar Hati Gus Dur" karya perupa Cipto Purnomo mirip patung Buddha (Antara/ Anis Efizudin)

VIVAnews - Dalam rangka memperingati 40 hari wafatnya Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, sejumlah seniman membuat empat patung batu Presiden RI keempat itu.
Empat karya itu adalah patung “Mata Hati Gus Dur” karya Cipto Purnomo, “Gunung Gus Dur” karya Ismanto, “Presiden di Sarang Penyamun” karya Samsudin, dan “Gladiator Gus Dur” karya Jono.
Salah satu patung menuai kontroversi.
Disebutkan Gus Yusuf panggilan akrab pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo, KH Yusuf Chudlori, patung “Mata Hati Gus Dur” menyerupai Buddha dengan posisi sedang bersemedi.
Bedanya, wajah patung itu adalah wajah Gus Dur yang memakai kaca mata tebal.
Patung itupun menuai kontroversi. Protes datang dari Dewan Pengurus Pusat Pemuda Theravada Indonesia (DPP PATRIA).
Kalangan komunitas seniman Magelang yang diwakili KH Yusuf Chudlori lantas meminta maaf kepada pemuda Buddha.
"Sebetulnya niatan dari teman-teman seniman Magelang itu untuk menggambarkan tentang betapa sangat pluralisnya Gus Dur tanpa maksud lebih dari itu," kata Gus Yusuf kepada VIVAnews di Solo, Senin, 8 Februari 2010, malam.
"Waktu itu saya dimintai komentar dan saya pun menjawab Gus Dur tidak hanya milik orang Islam dan jika dilihat dari ekspresi seni itu wajar dan sah-sah saja," lanjut dia.
Dia menambahkan, kalau patung itu sampai menyakiti kalangan umat Buddha.
"Itu bukan sifat Gus Dur untuk menyakiti agama lain."
"Oleh sebab itu, saya mungkin mewakili teman-teman seniman Magelang meminta maaf.
Dan barangkali nanti bisa diselesaikan dengan baik-baik," tegasnya.
Pada intinya, lanjut dia, tak ada sedikit pun untuk melukai umat Buddha.
Apa Alasan Seniman Membuat Patung 'Buddha Gus Dur'
 
design by atta